Bumi Manusia

Film yang diambil dari buku legendaris karya Pramoedya Ananta Toer, sebuah karya yang ditulis sangat detil mengenai kisah cinta antara kaum pribumi dan kaum blasteran Indonesia – Belanda.
Saya mungkin termasuk yang terlambat membaca buku ini, dan mengetahui seberapa menakjubkannya buku Bumi Manusia (karena saya baru membaca karya Pram yang berjudul Percikan Revolusi Subuh dan Anak Ratu Calon Arang)

Saya tidak mau menjadi Spoiler disini dengan menceritakan mengenai apa yang terjadi di film, dan untuk resensi film saya rasa sudah banyak sekali yang membahas mengenai sinopsisnya. Disini saya hanya mau membahas mengenai kesan saya setelah 2x menonton (maunya lebih..) kisah percintaan memilukan dalam film Bumi manusia antara Minke (Iqbal Ramadhan) dan Annalies Mellema (Mawar Eva de Jongh).

Terus terang selama saya menonton banyak sekali film Indonesia di Bioskop , ini merupakan satu-satunya film yang membuat saya ingin terus kembali ke bioskop untuk kembali menontonnya. Akting yang sangat baik dari para cast, alur cerita yang benar-benar baik dan saya seperti merasakan kegelisahan apa yang terjadi saat itu. Adanya perlakuan tidak manusiawi dari bangsa kulit putih kepada kaum pribumi. (atau mungkin saya saja yg merasa itu ? )

Yang tidak dapat dihilangkan andilnya dalam film bersejarah ini adalah peran Nyai Ontosoroh yang sangaaat baik diperankan oleh Sha Ine Febriyanti. Saya kagum dengan peran Nyai, seorang Gundik pada zamannya tetapi bisa berlaku sesuai dengan martabat seorang perempuan yang tidak menunduk kepada kolonial tetapi berbicara dan berjalan dengan kepala tegak, memiliki kepintaran manajemen yang handal tetapi masih dengan sikap kekeluargaan yang kental dalam mengayomi pekerjanya serta tetap menjunjung tinggi adat istiadat keluarga Jawa. Tentu saja saya juga sangat kagum dengan permainan dari Sha Ine yang sangat pas memainkan karakter tersebut. Mungkin kalau saya boleh memberikan ranking pada seluruh cast dalam memerankan peran mereka, maka peran Nyai akan menjadi no 1 di list tersebut.

Film masterpiece karya Hanung Bhramantyo ini membuat saya banyak belajar mengenai tulusnya cinta, tanggung jawab, perlawanan dan perpisahan dengan cara yang sangat halus tapi dengan efek yang luar biasa. Scene terbaik dari seluruh film ini menurut saya justru ada di ending cerita, saat Annalies berpamitan untuk pergi kepada sang mama (Nyai Ontosoroh) dan suami tercinta (Minke). Emosi sangat memuncak disana, suasana haru perpisahan tragis didukung sayup-sayup suara Iwan Fals, Once dan Fiersa Besari menyanyikan lagu Ibu Pertiwi.

Terus terang di situ saya merasakan tiap bait dalam lagu tersebut, mungkin penonton lain juga (banyak yang akhirnya menangis, termasuk saya). Melihat ketidakadilan dimana seorang anak dipisahkan dari Ibunya hanya karena pernikahan sang Ibunda tidak sah dimata hukum Kolonial (seorang pribumi tidak layak menjadi seorang ibu Indo Blasteran) dan pernikahannya sendiripun tidak diakui karena Hukum Agama tidak berlaku di zaman itu.

Sebelum saya lupa, ada satu tokoh lagi yang dimainkan dengan brillian dan sangat membuat saya emosi setiap kali tokoh tersebut keluar di layar. Tokoh Robert Mellema yang diperankan dengan sempurna oleh Giorgino Abraham. Saya sangat setuju kalau ada yang bilang ini adalah peran dan akting terbaik dari semua film dan ftv yang dia perankan selama ini. Penjiwaannya sebagai Robert Mellema sangat natural, seorang blasteran yang sangat membenci pribumi, pemalas dan kurang ajar. Congrats Gio, karena telah membuat karakter itu menjadi sangaaaaaaat menyebalkan.

Banyak kalimat dalam film maupun dari isi buku Bumi Manusia, kalimat yang begitu puitis, dalam. Beberapa diantaranya menjadi kalimat yang gak akan saya lupakan dan menjadi quotes favorit saya.

Nyai Ontosoroh :
1. Berterima kasihlah pada semua yang telah memberi kehidupan
2. Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri
3. Hidup dapat memberi segala pada siapa saja yang tahu dan pandai menerima
4. Eropa gila sama dengan Pribumi gila
5. Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak dia takkan menjadi apa-apa. (dalam buku Bumi Manusia)
6. Dengan melawan kita tidak sepenuhnya kalah.
7. Kita telah melawan Nak, Nyo. Dengan sebaik-baiknya, dengan sehormat-hormatnya

Minke :
1. Seorang terpelajar harus sudah berlaku adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan
2. Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji dan kecurangan. Duniaku Bumi Manusia dan persoalannya.
3, Saya hanya mau jadi orang yang bebas, tidak mau diperintah juga tidak mau memerintah

Annalies Mellema :
1. ” Aku gak gelem jadi Indo, aku kepingin koyo mamah .. PRIBUMI… “
2. ” Mas, kita pernah bahagia kan ? Kenang yang itu saja, jangan yang lain ! “


Bunda Bupati :
1. Baik tidaknya seseorang, dilihat dari bagaimana cara dia menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya

Kalau saya disuruh membandingkan antara peran Minke dan Annalies, saya melihat penjiwaan Mawar de Jongh saat memerankan Annalies sangat baik .. yah terutama saat perpisahaan terakhir itu. Sedangkan untuk peran Minke, Iqbal sudah sangat pas memerankannya, tetapi karena saya masih terpengaruh pada perannya di Dillan 1991 yang saya baru tonton (tidak sempat nonton di bioskop) persis beberapa hari sebelum saya melihat Minke. Jadi, penilaian saya melihat peran Iqbal menjadi bias karena terkadang masih teringat perannya menjadi Dillan saat menonton Minke.

Tapi tolong diingat bahwa di awal tulisan ini, saya hanya mau cerita pendapat saya setelah 2x menonton film ini, dan bukan untuk menilai bagaimana kualitas akting tiap-tiap pemain. Karena menurut saya semua yang berperan di film ini sudah sangat baik dan pas di part-nya masing-masing, sehingga keseluruhan film selama 3 jam 1 menit bisa mengalir lancar tanpa ada rasa bosan. Dan sayapun tidak sabar menunggu perilisan DVD-nya untuk menambah koleksi pribadi film kesayangan saya.

Akhir tulisan, terima kasih untuk almarhum maestro Pramoedya Ananta Toer yang telah memberikan kekayaan sastra berupa tulisan yang begitu nyata, detil dan indah pada setiap karya tulisan yang dia buat, dimana isi tulisan sangat melampau zamannya dan dibuat dalam kondisi terkekang dalam kurungan .. Al fatehah.

Iklan

… Pindah …

Mengosongkan pikiran.. meditasi malam..

menemani bintang sebelum rebah

Mungkin itu yang kubutuh sekarang

Tuk lepaskan semua penat otak

Entah berapa malam sudah

Tak jua hilang beban yang ada di pundak hati

Walau berusaha keras tepiskan semua

Tetap rasa kesal tak berujung slalu ada

Kapan semuanya akan hilang

Dan pindahkanku ke ruang hampa senyap

Yang dapat memberiku jeda

Yang beri hatiku tenang

Kuingin pindahkan semua beban fikiran

Duhai alam bawah sadarku yang selalu gelisah

Ijinkan ku rehat sejenak dari semua

Agar ku bisa mengisi tenaga untuk semua relung yang telah lelah

Apa yang bisa kupinta padamu kini benakku

Bisakah kau berhenti sejenak dan berdamai dengan nuraniku

Hingga sepakat membiarkan tubuh lelahku selesai menemanimu

Sungguh hanya untuk beberapa waktu saja

Tolong pindahkan semua ide baru itu dari syaraf otakku

Hingga ku kembali bangun dengan asa yang menyala

Dengan tenaga yang kembali baru

Bersama harapan bahwa esok akan menjadi hari yang berbeda

Edisi susah tidur

31 Agust 19 pukul 00.26

Menjadi abu-abu

Gak ngerti musti mulai dari mana, gak ingin nulis soal sensitif kayak gini tapi yang ada bikin peasaaan nyesek banget tiap harinya. Berasa jadi orang yang munafik, teriak kita harus memiliki integritas dan kejujuran dimana-mana tetapi masih ikutan dalam permainan grey area.

Mungkin gue udah gila, bahas grey area disaat diri sendiri gak putih-putih amat, tapi hati memang gak bisa disuruh diam dan terima semuanya dengan pasrah,

Memaklumi sesuatu kesalahan dengan alasan perdamaian jauh lebih baik, dan itu yang buat aku seperti berasa ngejilat ludah aku sendiri… PAIIIT. Gak tau kenapa di mata aku dari dulu cuma ada 2 : SALAH ya SALAH, dan BENAR itu BENAR, gak ada itu yang namanya istilah SETENGAH SALAH atau SETENGAH BENAR

Ternyata menjadi abu-abu dan mencampurkan kedua warna itu, putih dan hitam masih harus dipelajari lagi bagaimana caranya, walaupun dari TK gue sudah terbiasa bermain dengan kuas cat dan kanvas

Kenapa perasaan ini susah untuk menerima semuanya dengan damai ? Apa ada yang salah di sirkuit otak gue ? Kenapa ? Yang buat kesalahan bukan gue tapi gue yang gak bisa tidur, sakit kepala berkepanjangan,

Mungkin orang anggap gue lebay… TERSERAH, Gue cuma selalu berusaha menjalankan apa yang selama ini gue omongin dan itu buat gue adalah integritas yang mutlak..

INTEGRITAS is Number One. PERIOD !!

Kalao memang hitam ya bilang hitam, kalo memang putih ya bilang putih (walaupun itu berat untuk masa sekarang) tapi saya yakin yang benar dan menjadi orang baik dan benar masih jauh lebih mudah daripada menjadi orang tidak baiik.

Maaf kalau tulisan kali ini gak enak dibaca atau mungkin buat muak karena ngeliat orang gak bener tapi komplain masalah ketidakbenaran yang dia lakuin sendiri.

Maaf sekali lagi…. Tapi apa masih ada ruang buat orang yang milih gak mau menjadii orang Abu-abu ?…

Hidup dan Mati

Assalamualaikum buat semua yang baca ini

Setelah lebaran tahun iini perasaan semuanya berbeda, mungkin akibat sekarang papa udah gak ada, walaupun udah lama banget gak ketemu, tapi alhamdulillah masih dikasih kesempatan ketemu sama papa walaupun papa sudah gak ada dan bisa ketemu tetangga semasa kecil yang sudah kayak saudara.. alhamdulillah, terima kasih ya Allah.

Terima kasih karena masih bisa minta maaf sama papa, nyisirin rambutnya untuk terakhir kali dan ketemu banyak saudara yang dulu lost kontak banget. Alhamdulillah banyak juga rejeki gak terduga di bulan Ramadhan kemarin.

Awal bulan Mei kemarin sempat datang takziah, dan gak selang sebulan aku yang didatengin untuk takziyah, masyaAllah.. Yang namanya takdir kematian gak akan pernah kita tau kapan datangnya.

Kadang semangat banget ngerjain kerjaan,, tetapi keseringan malesnyaaaaa minta ampun. Besok kudu semangaaaaat, harus, kudu,, wajib… hahahahaa

Semuanya harus lebih terencana lagi dan harus bisa berjalan sesuai rencana.. Buat PPT di BDS sebelum dapet PPT UBD… Sekarang kudu beresin ppt Kepkombis supaya gak ada revisi ke depannya.Etika Bisnis dah beres kemarin.

Trus kapan mulai bikin bab 2 ya ? Hiks.. Pokoknya tgl 15 Juli udah kudu kelar bab 1 – 3, PPT BDS baru deh minta PPT UBD… Sekarang tidur dulu lah… dr pagi gak berhenti depan kompi, walaupun baru efektif kerja mulai jam 7 malem dan kebanyakan yutup-an. Yang penting kerjaan PPT buat BDS (revisian) sudah fix kelaaaar… horaaay..

Revisian PPT kelar, tinggal buat PPT untuk mk yang baru aja….. semoga sebelum jadwal nguji di pertengahan Juli semuanya sudah selesai, aamiin

Semoga saja besok bisa jauuuh lebih bener daripada hari ini dan banyak yang bisa dikerjain. Walaupun baru bisa ngerjainnya pulang dari kampus.. pagi seminar, dan siang ambil berkas. Beneran heboh banget deh pokoknya.

Yah, apapun yang harus aku kerjain besok, tetep aja gak bisa ngebuat perasaan tenang setelah banyak ngerenung akhir-akhir ini banyak banget yang ‘pulang’ di sekeliling aku. Baik kenal langsung atau saudara dari teman.

Pernah baca kalo katanya Malaikat Izrail menampakkan ke hadapan manusia 70x sehari dan akan menjadi lebih sering untuk mengingatkan kepada orang-orang yang ‘mungkin’ hidupnya sudah dekat.

Toh sudah banyak banget uban di kepala, badan udah banyak penyakitnya (baik yang aku tau maupun yang gak pernah aku cek), dan bukannya itu tanda-tanda bahwa kita sudah semakin berumur..

Walaupun sering banget ngomong kalo umur baru 40an, tapi tetep aja fisik gak bisa bohong, yang kena angin dan hujan dikit bisa lagsung drop.. hiks.

Sekarang cuma bisa berharap dan berdoa bisa wafat dalam keadaan yang baik, walaupun hari ini aja banyaaaaaak banget buat dosa.. Semoga aja besok gak diulangin lagi dan bisa menjadi manusia yang lebih bener lagi di mata Allah.

Yah, cuma curcol aja semua sebelum tidur, semoga besok bisa bangun pagi dan menyelesaikan semuanya, aamiin ..

Campuran aja

Dari judul sepertinya kok agak gak jelas maunya nulis apa, tapi emang itu yang saya rasain sekarang. Intinya cuma mau nulis apa yang ada dan numpuk di otak.

Hari ini pas 1 bulan udah gak kerja kantor lagi dan hanya ngajar aja satu hari satu minggu (untuk sekarang). Tapi jangan salah, dalam sebulan ini banyak banget hal-hal yang dikerjain gara-gara energi pagi yang melimpah.. hahahaha.

Biasa sampe kantor langsung wara-wiri, nah di rumah juga langsung wara-wiri bebenah, sampe bersiiih banget. Dan alhamdulillah banget, rumah kinclong, jarang-jarang liat rumah serapih ini. Tapi pas udah rumah  rapi, bingung ngapain lagi.

Sasaran berikutnya adalah jadwal olahraga teratur yang dibenerin, ngebiasain lagi jogging seminggi eh seminggu 2 – 3 kali (saking banyak energi sampe salah ketik). Pokoknya isi kegiatan dengan yang bermutu deh, jangan sampe mikir yang enggak-enggak dan bikin hati happy.

Hasilnya, badan lebih sehat dan fresh karena pikiran terus positif dan gak mau pikir-pikir yang bikin susah hati. Dan alhamdulillah banget selama sebulan gak kerja bisa silaturahmi sama 3 orang teman lama yang udah lama banget gak ketemuan padahal tinggal di perumahan yang sama.

Ternyata berhenti kerja itu banyak sekali manfaatnya, bisa lebih sehat, lebih tenang dan bersosialisasi lagi. Kemarin memang ada sedikit ‘problem’ sih, tapi alhamdulillah terselesaikan dan gak ngebuat pilihan aku berubah.

Saya beruntung  punya teman-teman terbaik yang selalu mengingatkan kalau saya salah dan kemarin mereka mengingatkan alasan saya mengambil keputusan untuk berhenti di awal dulu jadi saya bisa melalui semua godaan itu tanpa menyesal.

Yah mungkin gak semua orang sependapat dengan saya, tapi untungnya ini blog saya, jadi saya bisa nulis semua yang ada di pikiran saya, semau saya  dan itu adalah hak eksklusif hihihihi

Saya percaya bahwa semua rejeki kan sudah ada yang atur, dan gak akan tertukar, dan saya pernah baca salah satu kesalahan kita sebagai manusia adalah memusingkan sesuatu yag sebetulnya telah ditetapkan kepada kita dari Allah. Tugas kita cuma berdoa dan berusaha.

Sepertinya tulisan kali ini akan mencla mencle kemana-mana, harap dimaklumi ya. Ini tulisan orang yang baru aja belajar untuk lebih santai setelah 5 tahun dipenuhi dengan deadline …

Yang pasti lagi gak mau nulis yang berat-berat, dan gak mau bikin orang mikir abis baca tulisan ini. Cuma mau cerita beberapa kejadian lucu yang sempet keinget aja, yah flashback gitu deh..

Dari dulu saya di bilang orang seperti doraemon yang punya kantong ajaib, karena di tas atau laci kerja saya selalu lengkap dengan barang-barang yang kadang gak kepikiran buat dibawa. Dari mulai tissue basah, gunting kuku sampe ke korek kuping.

Dulu pas masih kantor, cuma saya sendiri yang punya stok gunting kuku di laci, itu juga gak sengaja sebenernya. Ada temen yang baru abis jalan-jalan ke LN dan bawain oleh-oleh gatungan kunci yang bentuknya gunting kuku.

Nah setelah tau kalo saya ada itu di laci meja, langsung deh beberapa temen kalo butuh itu selalu pinjam ke saya plus saya kasih tissue basah sebelum dipake biar steril (maklum itu jadi gunting kuku sejuta umat kan). Nah pas saya putuskan keluar, otomatis semua barang doraemon itu saya bawa pulang kan.

Dua minggu kemudian, kebetulan saya ada jadwal ngajar di kampus dan saya mampir ke ‘mantan’ ruangan untuk ketemu sama temen-temen. Tiba-tiba, ada salah satu temen saya yang nanya : ” Bu, bawa gunting kuku gak ? Aku gak sempet gunting kuku nih di rumah ..” GUBRAAAAK

Walhasil saya bengong, dan langsung jawab : ” Haduuh, plis deh .. Saya kesini kan ada jadwal ngajar, mana kepikiran juga bawa gunting kuku…. ” Satu ruangan pun heboh ketawa dan ngebully temen saya yang nanya tadi

” Hehehehe, aku pikir bu Diana bawa, kan di bu Diana semua ada… ” jawab temen saya sambil cengengesan.

Dipikir saya beneran doraemon kali ya.. Bentuk badan sih emang agak berisi tp kan masih lebih bulat doraemon hahahaha

Keep smile and happy ya… Met long wiken ….:*

 

 

 

 

 

 

 

BERHENTI

Berhenti bekerja mungkin untuk sebagian orang adalah hal yang gila saat ini. Tapi tidak untuk saya, saya sudah memutuskan berhenti di akhir bulan maret ini dari pekerjaan yang telah saya jalani selama 5 tahun terakhir ini untuk kemudian lebih mengutamakan waktu saya untuk mengajar dan menemani anak saya yang sebentar lagi akan keluar dari rumah buat kuliah. Dua tahun waktu yang sebentar dan saya gak mau terlalu sibuk mengurus pekerjaan sampai akhirnya semua energi habis dan pulang ke rumah hanya dengan tenaga sisa dan pikiran yang full dengan sisa pekerjaan yang belum terselesaikan.

Terlalu nekat ? Mungkin. Terlalu terbawa emosi ? Bisa Jadi. Tapi yang namanya hidup itu pilihan, dan saya berterima kasih sekali kepada kakak saya yang telah membuka mata saya bahwa hidup ini bukan hanya kerja kerja dan kerja, tetapi ada tanggung jawab juga kepada anak yang harus dilaksanakan, dan bukan hanya tanggung jawab materi semata.

Baru saja mengajukan resign, pikiran ini sudah membuat banyak sekali rencana. Mau ini mau itu. Dan yang pasti bersyukur serta berterima kasih kepada Sang Pencipta dan tempat kerja selama 5 tahun belakangan  untuk kesempatan belajarnya selama 5 tahun belakangan ini, alhamdulillah.

Hari ini adalah awal, hari esok adalah tujuan. Jadi, jangan pernah berhenti bermimpi .. Tak peduli berapa besar angka di usiamu, tak peduli berapa banyak halangan dan beban di pundakmu.. Selama yakin bisa dilalui, PASTI BISA… *reminderformyself…

 

So, Good Luck for Me …

 

Kesedihan dan Pengabaian

Selamat malam semua. Saya gak tau kenapa, rasanya pengen sekali mengomentari mengenai foto seorang anak Syria yang sekarang sedang jadi topik hangat di dunia viral seluruh dunia.

Omran Daqnessh nama anak itu. Mungkin dia sendiri gak akan pernah menyangka kalau bencana yang dia alami dan gerak tubuhnya yang terekam saat dia diselamatkan di dalam ambulan dapat ‘berjalan-jalan’ hingga ke seluruh dunia.

Dan mungkin malam ini (kebetulan di tempat saya menulis sekarang sudah malam) dia masih bingung dengan semua kejadian yang menimpa dirinya dan keluarganya. Dia cuma diam, melihat banyak orang yang mengerumuninya, bingung dengan banyak darah yang membasahi mukanya tanpa sedikitpun saya lihat air mata dan ekspresi menahan sakit karena luka-luka yang dia derita saat itu. Benar-benar anak yang hebat dan kuat.

Terus terang saya tidak berharap semua orang akan suka dengan tulisan saya kali ini (mungkin juga dengan seluruh tulisan saya dari 2011.. kalo ini saya baru sadar ternyata saya sudah lama menulis semua yang saya pikirkan di blog ini). Saya cuma mau mengungkapkan apa yang ada di otak dan perasaan saya sekarang.

Saya kurang suka berpolitik, membicarakan dan menghujat siapapun yang bermasalah di dalamnya, saya hanya kurang suka dampak politik yang terkadang malah menyengsarakan masyarakat yang dulu telah menaruh harapan besar saat mendampuk orang-orang yang saat ini duduk manis bermain politik.

Kembali lagi ke masalah di atas, saya yakin semua orang yang berkesempatan melihat foto /video viral itu akan terenyuh dan mungkin akan menangis seperti saya saat melihat video itu, langsung teringat anak sendiri dan merasa malu sebab kurang bersyukur kepada Sang Pencipta karena telah diberikan tempat tinggal di Indonesia yang walaupun banyak masalahnya tetapi kondisinya masih jauh lebih kondusif daripada kondisi di Suriah sana.

Kesedihan selalu ada setiap melihat anak-anak, perempuan, laki-laki, orang tua, muda yang menjadi korban dari perang yang mereka sendiri gak ngerti kenapa mereka harus berperang atau dipaksa berperang semata-mata hanya karena mereka ingin hidup.

Anak-anak yang akhirnya harus belajar di bawah desingan peluru setiap hari atau yang harus siap mengungsi kemanapun orangtua mereka membawanya tanpa bisa memilih dan harus bertarung nyawa menghadapi ganasnya air laut hanya untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman.

Saya hanya sedih melihat banyak sekali orang yang memposting hal tersebut di dunia maya, serta parahnya lagi ada yang membuat perbandingan nasib anak suriah : tinggal ditempat berarti bernasib sama dengan Omran (terkena bom) atau pergi ke tanah harapan dengan mengarungi laut dan bernasib sama seperti Alan Kurdi yang tenggelam ketika berusaha menyebrang ke Eropa beserta keluarganya.TEGA !!!

Saya pribadi melihat semua kesedihan yang di blow up ini sebagai suatu ‘drama’ yang terus berulang tanpa ada solusi dan tanpa ada wacana penyelesaian apapun selain kata : sedih melihatnya / kasihan dan kalimat empati lainnya.

Dan mohon maaf jika saya melihat bentuk empati yang saat ini bergulir bisa disamakan dengan bentuk pengabaian yang tersembunyi karena peran aktif untuk menyelesaikan konflik ini masih sangat jauh. Dan sekarang setiap orang sepertinya hanya cukup puas mengucapkan turut berduka atau saya bersedih atas …. dibandingkan ikut memikirkan kira-kira tindakan apa yang terbaik untuk membantu para pengungsi kemanusaiaan itu.

Tetapi saya yakin masih banyak orang-orang yang peduli dan langsung bergerak untuk membantu. Di tulisan ini ijinkan saya mengucapkan banyak terima kasih untuk pihak-pihak yang selama ini telah banyak membantu perjuangan saudara-saudara kita sesama manusia yang saat ini tidak berdaya membela kehormatan negaranya sendiri atau tertindas oleh pihak yang berwenang.

Seperti kata saya di awal bahwa semua yang saya tulis ini adalah semua unek-unek yang ada di otak dan hati saya tanpa bermaksud menyinggung siapapun. Mohon maaf bagi yang tidak berkenan dengan tulisan ini.

Selamat malam, selamat beristirahat..