Campuran aja

Dari judul sepertinya kok agak gak jelas maunya nulis apa, tapi emang itu yang saya rasain sekarang. Intinya cuma mau nulis apa yang ada dan numpuk di otak.

Hari ini pas 1 bulan udah gak kerja kantor lagi dan hanya ngajar aja satu hari satu minggu (untuk sekarang). Tapi jangan salah, dalam sebulan ini banyak banget hal-hal yang dikerjain gara-gara energi pagi yang melimpah.. hahahaha.

Biasa sampe kantor langsung wara-wiri, nah di rumah juga langsung wara-wiri bebenah, sampe bersiiih banget. Dan alhamdulillah banget, rumah kinclong, jarang-jarang liat rumah serapih ini. Tapi pas udah rumah  rapi, bingung ngapain lagi.

Sasaran berikutnya adalah jadwal olahraga teratur yang dibenerin, ngebiasain lagi jogging seminggi eh seminggu 2 – 3 kali (saking banyak energi sampe salah ketik). Pokoknya isi kegiatan dengan yang bermutu deh, jangan sampe mikir yang enggak-enggak dan bikin hati happy.

Hasilnya, badan lebih sehat dan fresh karena pikiran terus positif dan gak mau pikir-pikir yang bikin susah hati. Dan alhamdulillah banget selama sebulan gak kerja bisa silaturahmi sama 3 orang teman lama yang udah lama banget gak ketemuan padahal tinggal di perumahan yang sama.

Ternyata berhenti kerja itu banyak sekali manfaatnya, bisa lebih sehat, lebih tenang dan bersosialisasi lagi. Kemarin memang ada sedikit ‘problem’ sih, tapi alhamdulillah terselesaikan dan gak ngebuat pilihan aku berubah.

Saya beruntung  punya teman-teman terbaik yang selalu mengingatkan kalau saya salah dan kemarin mereka mengingatkan alasan saya mengambil keputusan untuk berhenti di awal dulu jadi saya bisa melalui semua godaan itu tanpa menyesal.

Yah mungkin gak semua orang sependapat dengan saya, tapi untungnya ini blog saya, jadi saya bisa nulis semua yang ada di pikiran saya, semau saya  dan itu adalah hak eksklusif hihihihi

Saya percaya bahwa semua rejeki kan sudah ada yang atur, dan gak akan tertukar, dan saya pernah baca salah satu kesalahan kita sebagai manusia adalah memusingkan sesuatu yag sebetulnya telah ditetapkan kepada kita dari Allah. Tugas kita cuma berdoa dan berusaha.

Sepertinya tulisan kali ini akan mencla mencle kemana-mana, harap dimaklumi ya. Ini tulisan orang yang baru aja belajar untuk lebih santai setelah 5 tahun dipenuhi dengan deadline …

Yang pasti lagi gak mau nulis yang berat-berat, dan gak mau bikin orang mikir abis baca tulisan ini. Cuma mau cerita beberapa kejadian lucu yang sempet keinget aja, yah flashback gitu deh..

Dari dulu saya di bilang orang seperti doraemon yang punya kantong ajaib, karena di tas atau laci kerja saya selalu lengkap dengan barang-barang yang kadang gak kepikiran buat dibawa. Dari mulai tissue basah, gunting kuku sampe ke korek kuping.

Dulu pas masih kantor, cuma saya sendiri yang punya stok gunting kuku di laci, itu juga gak sengaja sebenernya. Ada temen yang baru abis jalan-jalan ke LN dan bawain oleh-oleh gatungan kunci yang bentuknya gunting kuku.

Nah setelah tau kalo saya ada itu di laci meja, langsung deh beberapa temen kalo butuh itu selalu pinjam ke saya plus saya kasih tissue basah sebelum dipake biar steril (maklum itu jadi gunting kuku sejuta umat kan). Nah pas saya putuskan keluar, otomatis semua barang doraemon itu saya bawa pulang kan.

Dua minggu kemudian, kebetulan saya ada jadwal ngajar di kampus dan saya mampir ke ‘mantan’ ruangan untuk ketemu sama temen-temen. Tiba-tiba, ada salah satu temen saya yang nanya : ” Bu, bawa gunting kuku gak ? Aku gak sempet gunting kuku nih di rumah ..” GUBRAAAAK

Walhasil saya bengong, dan langsung jawab : ” Haduuh, plis deh .. Saya kesini kan ada jadwal ngajar, mana kepikiran juga bawa gunting kuku…. ” Satu ruangan pun heboh ketawa dan ngebully temen saya yang nanya tadi

” Hehehehe, aku pikir bu Diana bawa, kan di bu Diana semua ada… ” jawab temen saya sambil cengengesan.

Dipikir saya beneran doraemon kali ya.. Bentuk badan sih emang agak berisi tp kan masih lebih bulat doraemon hahahaha

Keep smile and happy ya… Met long wiken ….:*

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

BERHENTI

Berhenti bekerja mungkin untuk sebagian orang adalah hal yang gila saat ini. Tapi tidak untuk saya, saya sudah memutuskan berhenti di akhir bulan maret ini dari pekerjaan yang telah saya jalani selama 5 tahun terakhir ini untuk kemudian lebih mengutamakan waktu saya untuk mengajar dan menemani anak saya yang sebentar lagi akan keluar dari rumah buat kuliah. Dua tahun waktu yang sebentar dan saya gak mau terlalu sibuk mengurus pekerjaan sampai akhirnya semua energi habis dan pulang ke rumah hanya dengan tenaga sisa dan pikiran yang full dengan sisa pekerjaan yang belum terselesaikan.

Terlalu nekat ? Mungkin. Terlalu terbawa emosi ? Bisa Jadi. Tapi yang namanya hidup itu pilihan, dan saya berterima kasih sekali kepada kakak saya yang telah membuka mata saya bahwa hidup ini bukan hanya kerja kerja dan kerja, tetapi ada tanggung jawab juga kepada anak yang harus dilaksanakan, dan bukan hanya tanggung jawab materi semata.

Baru saja mengajukan resign, pikiran ini sudah membuat banyak sekali rencana. Mau ini mau itu. Dan yang pasti bersyukur serta berterima kasih kepada Sang Pencipta dan tempat kerja selama 5 tahun belakangan  untuk kesempatan belajarnya selama 5 tahun belakangan ini, alhamdulillah.

Hari ini adalah awal, hari esok adalah tujuan. Jadi, jangan pernah berhenti bermimpi .. Tak peduli berapa besar angka di usiamu, tak peduli berapa banyak halangan dan beban di pundakmu.. Selama yakin bisa dilalui, PASTI BISA… *reminderformyself…

 

So, Good Luck for Me …

 

Kesedihan dan Pengabaian

Selamat malam semua. Saya gak tau kenapa, rasanya pengen sekali mengomentari mengenai foto seorang anak Syria yang sekarang sedang jadi topik hangat di dunia viral seluruh dunia.

Omran Daqnessh nama anak itu. Mungkin dia sendiri gak akan pernah menyangka kalau bencana yang dia alami dan gerak tubuhnya yang terekam saat dia diselamatkan di dalam ambulan dapat ‘berjalan-jalan’ hingga ke seluruh dunia.

Dan mungkin malam ini (kebetulan di tempat saya menulis sekarang sudah malam) dia masih bingung dengan semua kejadian yang menimpa dirinya dan keluarganya. Dia cuma diam, melihat banyak orang yang mengerumuninya, bingung dengan banyak darah yang membasahi mukanya tanpa sedikitpun saya lihat air mata dan ekspresi menahan sakit karena luka-luka yang dia derita saat itu. Benar-benar anak yang hebat dan kuat.

Terus terang saya tidak berharap semua orang akan suka dengan tulisan saya kali ini (mungkin juga dengan seluruh tulisan saya dari 2011.. kalo ini saya baru sadar ternyata saya sudah lama menulis semua yang saya pikirkan di blog ini). Saya cuma mau mengungkapkan apa yang ada di otak dan perasaan saya sekarang.

Saya kurang suka berpolitik, membicarakan dan menghujat siapapun yang bermasalah di dalamnya, saya hanya kurang suka dampak politik yang terkadang malah menyengsarakan masyarakat yang dulu telah menaruh harapan besar saat mendampuk orang-orang yang saat ini duduk manis bermain politik.

Kembali lagi ke masalah di atas, saya yakin semua orang yang berkesempatan melihat foto /video viral itu akan terenyuh dan mungkin akan menangis seperti saya saat melihat video itu, langsung teringat anak sendiri dan merasa malu sebab kurang bersyukur kepada Sang Pencipta karena telah diberikan tempat tinggal di Indonesia yang walaupun banyak masalahnya tetapi kondisinya masih jauh lebih kondusif daripada kondisi di Suriah sana.

Kesedihan selalu ada setiap melihat anak-anak, perempuan, laki-laki, orang tua, muda yang menjadi korban dari perang yang mereka sendiri gak ngerti kenapa mereka harus berperang atau dipaksa berperang semata-mata hanya karena mereka ingin hidup.

Anak-anak yang akhirnya harus belajar di bawah desingan peluru setiap hari atau yang harus siap mengungsi kemanapun orangtua mereka membawanya tanpa bisa memilih dan harus bertarung nyawa menghadapi ganasnya air laut hanya untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman.

Saya hanya sedih melihat banyak sekali orang yang memposting hal tersebut di dunia maya, serta parahnya lagi ada yang membuat perbandingan nasib anak suriah : tinggal ditempat berarti bernasib sama dengan Omran (terkena bom) atau pergi ke tanah harapan dengan mengarungi laut dan bernasib sama seperti Alan Kurdi yang tenggelam ketika berusaha menyebrang ke Eropa beserta keluarganya.TEGA !!!

Saya pribadi melihat semua kesedihan yang di blow up ini sebagai suatu ‘drama’ yang terus berulang tanpa ada solusi dan tanpa ada wacana penyelesaian apapun selain kata : sedih melihatnya / kasihan dan kalimat empati lainnya.

Dan mohon maaf jika saya melihat bentuk empati yang saat ini bergulir bisa disamakan dengan bentuk pengabaian yang tersembunyi karena peran aktif untuk menyelesaikan konflik ini masih sangat jauh. Dan sekarang setiap orang sepertinya hanya cukup puas mengucapkan turut berduka atau saya bersedih atas …. dibandingkan ikut memikirkan kira-kira tindakan apa yang terbaik untuk membantu para pengungsi kemanusaiaan itu.

Tetapi saya yakin masih banyak orang-orang yang peduli dan langsung bergerak untuk membantu. Di tulisan ini ijinkan saya mengucapkan banyak terima kasih untuk pihak-pihak yang selama ini telah banyak membantu perjuangan saudara-saudara kita sesama manusia yang saat ini tidak berdaya membela kehormatan negaranya sendiri atau tertindas oleh pihak yang berwenang.

Seperti kata saya di awal bahwa semua yang saya tulis ini adalah semua unek-unek yang ada di otak dan hati saya tanpa bermaksud menyinggung siapapun. Mohon maaf bagi yang tidak berkenan dengan tulisan ini.

Selamat malam, selamat beristirahat..

 

 

Jam tidur ..

Mungkin untuk sebagian orang hal itu gak terlalu pengaruh banget, apalagi buat orang-orang yang pelor alias nempel langsung molor. Hal itu akan jadi masalah  buat orang-orang yang kayak aku gini, baru bisa tidur diatas jam 10, malah gak jarang baru bisa tidur diatas jam 1. Sementara secara otomatis bangun jam 3an sampe jam 4, tidur jam sejam, bangun jam lima dan melek sampe jam kantor dan mulai rutinitas begitu lagi.

Melelahkan, pasti !!.. Tapi kalo gak dijalanin gak mungkin juga kan, Seperti sekarang ini rasanya ngantuuuuk banget dan gak boleh minum kopi pula, bener-bener sengsara. Trus nyobain buat teh, hasilnya lumayan (makanya nyoba nulis ini).. Tapi akhirnya sudah sebulanan ini aku dapet solusi, tidur sejam pas jam makan siang,.. Lumayan lah, dari siang – sore seger badan dan gak ngantuk lagi

Menurut teori kesehatan yang baik, porsi istirahat yang bener adalah 5 – 7 jam sehari untuk orang dewasa. Dan kalo menurut agama waktu hidup dibagi 3 : 8 jam istirahat, 8 jam bekerja dan 8 jam ibadah, cukup adil sebenernya. Tapi terkadang porsi kerja terlalu rakus dan ambil jatah dari ibadah + istirahat.. hehehehe..

Jadi daripada kita sakit, istirahat yg cukup guys… Met kerja lagi semua …

Nilai

nilaiSaya bener-bener seneng banget baca salah satu tulisan Deddy Cobuzier tentang School of Parenting : Belajarlah yang Kalian Suka. Karena hal itu memang yang terjadi saat ini, dan semua itu (menurut saya) akan buat anak-anak dobel terbebaninya, selain beban dari sekolah di rumahpun dia mendapat tekanan yang sama dari orangtua.

Banyak sekali teman-teman sesam orang tua yang menganggap bahwa nilai adalah segalanya, bahwa ranking kelas merupakan jaminan keberhasilan seorang anak di masa depan. Di rata-rata orang tua yang saya tau IQ lebih dikedepankan dibandingkan EQ si anak hingga kadang sang anak rela ‘berbohong’ agar tidak dimarahi karena hasil ujiannya tidak sesuai dengan standard yang ditetapkan orangtuanya.

Terus terang saya juga bukan ibu yang sempurna bagi anak saya, dan gak akan pernah bisa jadi sempurna tapi yang pasti saya akan terus berusaha membahagiakan dan mendidik anak saya semampu saya dan berusaha untuk tetap belajar supaya tetap up to date dengan perkembangan jaman dan mengetaui cara bergaul anak jaman sekarang .. Biar ngobrolnya masih nyambung..:D

Saya sekarang sedang berusaha belajar untuk menjadi pendengar yang baik (berusaha diam dan gak kasih komentar menggoda) kalau anak saya mau cerita sesuatu yang dia alami hari itu atau saat dia cerita tentang mimpi-mimpinya menjadi sutradara atau saat dia tiba-tiba ngomongin alur cerita dan trik-trik film action yang nanti akan dia buat kalau dia sudah jadi sutradara beneran… Semoga berhasil ya nak…

Semangat …

Pertama-tama saya turut berduka atas berpulangnya almh PEPENG, one of the kind. Aku salut dengan kegigihan dia dalam berjuang mengatasi penyakitnya dan aku gak pernah mendengar dia mengeluh mengenai penyakitnya, tetapi lebih ke berpasrah dan menjalani sisa hidupnya dengan penuh semangat : menulis buku, menyelesaikan gelar s2 dan mengisi beberapa acara talkhow termasuk stand up comedy .. Luar biasa

Rasa kagum saya juga kepada istri beliau yang tetap setia mendampingi, merawat dan memberikan semangat kepada beliau. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan, aamiin YRA.

InsyaAllah mau belajar dan berusaha mengikuti apa yang dicontohkan om PEPENG yang gak pernah ngeluh, tetep semangat dan memandang bahwa semua yang diberikan adalah yang terbaik dari Allah SWT…

Terima kasih buat pelajarannya ya om PEPENG, semoga om diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, aamiin YRA…

Moody

Judulnya udah kayak galau gitu, yah sekali kali oke lah kita pakai judul yang galau-galauan pagi-pagi, walaupun isi dari tulisan kali ini jauuuuh banget dari kesan galau. Lagi seneng aja…  pagi-pagi begini nulis sambil ditemanin lagu bunga tidur dari suara merdunya Tulus, bener-bener sesuatu banget kalo kata Syahrini..

Apalagi kalo denger lirik terakhirnya : Selama ku lihat engkau senang, yang lainnya ku simpan sendiri … Kadang yang namanya perempuan itu selalu bermain dengan hati atau perasaan atau dengan kata lainnya semua perempuan itu moody, apalagi kalo pas menjelang ‘tamu bulanan’.. Wah moody abis… Kalo istilahnya Senggol Bacok beneran .. hihihi

Makanya, kalo udah begitu biasanya mulai inget-inget kalimat Tulus yang terakhir, kayaknya lebih pas dan gak akan moody lagi *insyaAllah… Karena kan moody pas lagi masa itu bukan salah siapa-siapa tapi lebih ke kita yang bisa atur emosi apa enggak *Sekali lagi itu pendapat saya loh..

Yang pasti, yang saya rasain pagi ini.. damaaai banget. Dengerin mp3, nulis-nulis di blog, selesai buat sarapan buat si ganteng dan semua kerjaan udah selesai. Apa lagi yang lebih bikin tenang selain itu ? Kalo sekarang sepertinya itu lebih dari cukup kalo buat aku.

Sehat semua, gak ada yang sakit dan ada uang walaupun sedikit di tabungan. Jadi gak ada alesan buat moody deh hari ini. Semoga gak ada yang aneh-aneh aja nanti siang yang bikin hari aku ini berantakkan..

Cuaca di luar mendung, gak hujan tapi matahari malu-malu memperlihatkan wajahnya dan masih aja ngumpet di balik awan, jadi udara yang adem ini bikin tambah menyenangkan. Mungkin memang bener ya, kalo kita perasaanya enak pasti semua yang kita liat jadi menyenangkan dan buat kita lebih happy..

Dengerin lagu yang melow juga gak garuh, tetep aja happy… so, Happy sunday buat semuanya ….