Lelah

Sungguh lelah raga menatap suram

Menanti jemputan yang tak jua kunjung datang

Walau sayup tlah kudengar bunyinya dari kejauhan

Lonceng kereta tuk membawa diriku kembali pulang

Diri ini tlah rapuh luluh dimakan usia

Mencoba mencari sesuap nasi di jantung negara

Sebuah kota kejam tanpa nurani

Yang hanya menebar mimpi melalui televisi

Wahai Ibunda Pertiwi yang murah hati

Lihatlah rasa cinta anak-anakmu yang seperti mati

Mereka tega membunuh saudaranya sendiri

Dengan cara membuat berbagai aturan yang mencekik nadi

Korupsi yang merajalela dimana-mana

Membuatku muak hingga tak dapat lagi bergerak

Inginku pulang ke desa tempatmu menunggu

Menantiku tuk wujudkan impianmu

Tapi maafkan bapakmu ini buah hatiku ..

Ku tak dapat lagi pegang janjiku

Ku tak kuasa melawan manusia-manusia tanpa hati itu

Yang telah mengambil jiwa dan harapanku …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s