The Economist ~ twitseri @gm_gm

1, Tulisan “The Economist’ ttg korupsi dan sifat masyarakat Indonesia bisa dipakai utk kritik yg efektif, tapi tak usah diterima bulat2.#E

2. “Ada masyarakat yg dikendalikan oleh rasa bersalah, ada yg oleh rasa malu”, tulis “The Economist”. Saya kira tak demikian.#E

3. “The Economist” tak menyebutkan bhw sifat masyarakat itu sebenarnya tak tetap, dan tak total. #E

4. Masyarakat Jepang sering disebut peka thd malu. Pejabat yg merasa malu bunuh diri atau mengundurkan diri. Tapi… #E

5. Tapi Jepang sulit merasa bersalah dan malu oleh kebrutalan yg dilakukan militernya dlm perang di Asia.#E.

6. Di Memorial Perang di Tokyo, yg tampil praktis gambaran bhw Jepang berperang secara heroik. Kekejaman di Nanking, Cina, tak diingat.

7. Sekitar dua abad lamanya bangsa Amerika umumnya tak merasa malu atau bersalah atas penindasan thd orang Negro (“hitam”). #E

8. Perbudakan di AS memang hapus sejak abad ke-19. Tapi orang hitam ttp tak boleh satu bus, satu sekolah dll hingga akhir 1960-an.#E

9. Baru setelah aksi perlawanan orang Hitam, terutama dbp Martin Luther King, diskriminasi itu pelan2 menghilang. #E

10. Tak ada masyarakat yg sejak dari muladikendalikan rasa bersalah dan rasa malu. Untuk sampai ke situ, perlu gedoran atau perlawanan.#E

11. Amerika digedor dan dilawan warga minoritasnya yg tertindas — orang Hitam. Jepang berkali-kali digedor a.l. oleh Cina dan lain2.#E

12. Juga orang Eropa (Jerman) digedor dlm hal kebrutalan th orang Yahudi. Dan kini Israel digedor dlm hal penyisihan orang Palestina. #E

13. “The Economist’ menyebut di Indonesia, jarang ada rasa bersalah dan rasa malu, maka korupsi berlarat-larat. Memang benar. Tapi…#E

14. Tapi itu tak berarti tak-tahu-malu dan tak-merasa-bersalah ciri tetap Indonesia. Keadaan itu berlanjut krn perlawanan belum cukup.#E

15. Maka satu kata itu harus selalu digedorkan: ‘Lawan!’. Lawan perbuatan korup, lawan kelalaian + keleletan tindakan antikorupsi.#E

16. Korupsi busuk karena menggerogoti sikap saling percaya di masyarakat, dan menghabisi harapan bhw orang bisa jujur.#E

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s