Negeri yang Sakit

… disana tempat lahir beta .. dibuai, dibesarkan bunda.. tempat berlindung di hari tua.. sampai akhir menutup mata …

***********

Syair lagu indah yang mencerminkan betapa kita sangat mencintai dan meyakini negeri ini, negeri yang telah membesarkan kita dan negeri yang dapat menjamin kita bahagia hidup didalamnya hingga pada akhirnya kita menyerahkan tongkat kehidupan bahagia itu kepada generasi penerus kita.

Sebuah negeri yang selalu melindungi kepentingan masyarakatnya, sebuah negeri dimana setiap penduduk yang tinggal didalamnya dibesarkan dengan kasih sayang , kecukupan, dan rasa aman karena terlindungi. Namun, sayangnya itu hanya dalam lirik lagu dan bukan dalam kenyataan.

Sesungguhnya negeri yang saya asumsikan sebagai badan ini sedang sakit dan berada dalam tahap kritis karena banyak digerogoti penyakit dan virus serta bakteri baik yang berasal dari dalam maupun luar.

Pada dunia nyata, banyak sekali kejadian-kejadian yang terjadi justru menyobek-nyobek nurani kita sebagai bangsa, misalnya pemerintah yang selalu memperpanjang hak negara asing untuk mengeksploitasi bumi yang kaya ini walaupun hasil dari eksploitasi tersebut tidak dibagi secara adil (misalnya fakta bahwa negeri ini hanya memperoleh 1% utk hasil eksploitasi bumi oleh PT Freeport, Kompas 04 Juni 2011)

Untuk kasus ini maaf  jika saya ingin mengutip dan merubah judul sebuh film : Alangkah Lucunya Negeri Ini menjadi Alangkah Bodohnya Negeri Ini. Bayangkan, kita hanya diberi porsi bagi hasil yang kurang dari 10 persen dari hasil bumi yang notabene milik kita sendiri. Bukan saya bilang saya pendukung Soekarnoism or siapapun, tapi menurut saya semua perkataan Bapak Bangsa itu ada benarnya, Negara Ini Harus di Eksplorasi oleh anak bangsa sendiri.

Bukankah banyak anak bangsa yang terpelajar dan notabene lebih pintar dari orang2 yang berasal dari negara asing itu yang hanya bermodalkan tampang bule dan backing modal yang kuat ? Karena kebanyakan operasional dari pekerjaan-pekerjaan itu dikuasai oleh orang lokal.

Mungkin jika kita bisa sedikit bijak, tidak saling menyalahkan atas semua persoalan dan merasa memiliki negara tercinta ini, lebih baik kita benar2 merealisasi rencana utk mengkaji ulang seluruh kontrak kerjasama yang berat sebelah itu (dikutip dari Kompas, 04 Juni 2011).

Sementara itu selain ‘badan’ kita menghadapi gempuran ‘serangan’ virus perusahaan asing yang hendak mengeruk kekayaan alam ini dengan biaya yang semurah-murahnya, anggota badan negara itu  sendiripun sudah memiliki problem penyakitnya sendiri.

Mulai dari aparat yang sewenang-wenang, korupsi yang gila-gilaan dan terstruktur rapi dari mulai keluarga hingga anggota dewan yang berdasi. Perpecahan disemua kalangan, bahkan dikalangan umat yang mengaku beragama sekalipun sudah mulai menghancurkan satu sama lainnya hanya karna paham keagamaan yang mereka anut ada sedikit perbedaan. Mungkin kalau saya harus merinci berbagai penyakit yang saya temukan dan lihat baik melalui koran, televisi dan media lainnya, saya akan kurang tidur dan gak beranjak dari kursi ini.

Tetapi tetap saya mengangkat topi dan kedua ibujari saya untuk kehebatan negara ini yang masih sanggup bertahan dengan segala gempuran yang luar biasa hebatnya.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s