Elephant White

Film yang berkisah tentang suramnya dunia malam di daerah Thailand ini, mempunyai alur cerita sederhana. Hanya menggambarkan seorang pemburu bayaran yang dibayar untuk membalas dendam seorang pengusaha yang bercerita kalau anaknya mati setelah sebelumnya dijadikan pecandu oleh para anggota geng yang bergerak di bidang prostitusi anak-anak dibawah umur.

Sang pemburu , Curtie Curch (yang diperankan oleh Djimon Hounsou ) dibayar untuk menemukan pembunuh puteri kandung dari seorang pengusaha, dia dibantu oleh rekannya, Jimmy The Brit (yang diperankan dengan sangat baik oleh Kevin Bacon).

Adegan demi adegan berlangsung dengan sangat cepat dan menurut saya k eseluruhan dari film ini hanya berisi bagaimana cara Curtis membunuh para anggota geng itu satu persatu, dan tidak adanya kejelasan maksud dari pembunuhan yang dilakukan apakah untuk menyudahi praktek prostitusi tersbut atau tidak, karena hingga film berakhir sang ketua dari kelompok mafia tersebut masih bebas dan masih bisa menjalankan bisnisnya.

Tapi film ini membuat saya ‘melek’ dan mengerti mengapa selama ini praktek tersebut masih bisa berjalan dan para korbannya masih tetap menjalankan hal itu. Didalam film itu secara sekilas diperlihatkan bagaimana anak-anak perempuan yang tengah ketakutan itu diintimidasi sedemikian rupa ketika mereka baru saja ‘datang’ setelah dijual oleh orangtua mereka. Ancaman yang berupa tindakan penganiayaan fisik sangat ampuh untuk menekan jiwa murni mereka sehingga mereka tidak akan berani untuk meninggalkan tempat mereka bekerja walaupun mereka telah dibebaskan dan berada jauh dari tempat mereka dikurung sebelumnya. Sebegitu dasyatnyahasil dari ‘masa perploncoan itu’ dapat terlihat saat Curtis mendatangi sebuah gedung yang dijadikan sebagai lokasi pelacuran untuk menemui Rajahdon (diperankan oleh ahajak Boonthanakit) sang pemilik.

Saat itu, Curtis sengaja menyewa seorang pelacur anak untuk mengetahui lokasi kantor sang pemilik, tetapi setelah anak tersebut memberitahu dan Curtis hendak bergegas pergi, tiba-tiba sang anak langsung berteriak bahwa  ada orang yang ingin membunuh bos-nya. Walhasil, kegemparan dan peluru berterbangan disana. Atau adegan dimana Curtis tanpa sengaja berhasil melarikan beberapa anak, dan ketika anak-anak tersebut hendak disuruh pergi, mereka malah menyalahkan Curtis atas kepergian mereka dan mereka minta untuk diantar kembali ke tempat mereka disekap sebelumnya.

Dan pada akhirnya semua berjalan baik dan Curtis berhasil membebaskan puluhan anak dengan menebus mereka menggunakan uang hasil jerih payahnya selama bekerja menjadi pemburu bayaran.

Tetapi sesungguhnya teks penutuplah yang membuat saya sedih menonton film ini : Setiap tahunnya terdapat 2 juta anak diseluruh dunia yang menjadi korban perdagangan anak, karena keuntungan yang diperoleh dari perdagangan anak itu sangat besar, yaitu sekitar 3,2 juta dollar pertahun.😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s