Renungan Bahagia

Seperti tema pada blog saya ini, bahwa saya hanya berniat untuk menuliskan apa yang terlintas di kepala saya tanpa bermaksud untuk mendeskriditkan siapapun. Mungkin bagi sebagian atau semua orang yang membaca tulisan saya kali ini (atau tulisan-tulisan saya selama ini?) akan menganggap saya seseorang yang terlalu berlebihan, ” lebay ” kalo kata anak jaman sekarang.

Saya hanya berpikir sederhana mengenai hidup yang saat ini saya, anda dan kita semua jalani dengan caranya masing-masing. Apakah kita bahagia dengan lakon yang kita mainkan setiap harinya ? Hanya masing-masing personal yang tau. Bahagia dengan lakon hidup ? Itu idealnya, karena terkadang ada juga orang yang tidak mengerti apakah dia sekarang berbahagia dengan hidupnya atau tidak.

Ada orang yang hanya merasa bahagia jika di dalam dompetnya ada uang minimal 1  juta rupiah misalnya, atau parahnya lagi ada segelintir orang yang bisa berbahagia hanya kalau semua yang dia inginkan tercapai tanpa memandang apakah cara untuk memperoleh keinginan itu dilakukan dengan cara yang benar atau tidak.

Tetapi ada pula tipe bahagia yang lebih simpel sekaligus membuat miris, yaitu tipe bahagia bagi orang-orang yang hidupnya dibawah garis kemiskinan. Orang -orang ‘kecil’  yang bisa sangat berbahagia hanya karena dia mengetahui bahwa besok ada bahan makanan yang bisa dia makan, atau besok masih ada tempat untuk mereka berteduh dan mencari rejeki dengan aman tanpa takut diusir atau tiba-tiba ditertibkan oleh aparat !!!!

Seperti malam ini, saya jadi tidak bisa tidur hanya karena anak semata wayang saya menanyakan : apa yang membuat saya bahagia ? Saat pertanyaan itu terlontar saya bisa dengan spontan menjawab : saya bahagia karena saat ini saya sedang bersamanya, kami dalam keadaan sehat, saya masih bisa berusaha untuk mencari rejeki  dari rumah tanpa meninggalkan dia. Dan dia sudah cukup puas dengan jawaban yang saya berikan. Tetapi entah kenapa, pertanyaan itu terus bermain di benak saya. APA YANG MEMBUAT SAYA BAHAGIA ??

Kemudian pertanyaan itu jadi berganti dengan APAKAH SAAT INI SAYA BAHAGIA ? Bahagia menurut pandangan saya dengan anda PASTI berbeda. Sebagai individu, saya bahagia dengan kehidupan saya walaupun terkadang saya bisa sangat tidak bahagia jika ada permasalahan yang harus saya hadapi, tapi setiap orang pasti punya masalah kan … Sangat manusiawi sekali.

Dan untuk ukuran sebagai mahluk sosial sepertinya saya juga termasuk orang yang berbahagia karena saya memiliki banyak teman-teman yang mengerti dan menyayangi saya. Lalu apa lagi yang kurang ??? Akhirnya saya menemukan jawabannya, saya kurang BERSYUKUR dan kurang MAKSIMAL dalam membagi kebahagiaan itu kepada sesama.

Sebagai contoh kenapa saya mengatakan bahwa saya kurang bersyukur ? Itu karena saya tidak mengaplikasikan ilmu yang saya miliki untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mendapat pendidikan yang layak karena keterbatasan biaya, atau saya hanya bisa diam saja ketika melihat ketidakadilan yang seringkali kita temui dalam hal apapun. Untuk kasus saya mungkin karena saya hanya bisa diam walaupun sebenarnya tidak setuju dengan suatu hal yang menurut saya tidak masuk akal. Bagi saya itu adalah kekurangan saya sehingga saya menyimpulkan bahwa saya belum merasa berbahagia secara utuh.

Karena bagi saya, BAHAGIA itu termasuk saat dimana saya dapat merasa bebas untuk mengungkapkan apapun tanpa merasa takut atau malu karena ‘melawan arus’. Dan salah satu cara saya untuk melengkapi kebahagiaan saya adalah melalui tulisan saya di blog ini, karena hanya melalui media ini saya dapat mengungkapkan apapun yang ‘njelimet’ di otak saya tanpa takut dan malu !!!

3 thoughts on “Renungan Bahagia

  1. iya mb, mnurut sy jg mb brbahagia. mb dpt brkumpul dg buah hati mb tnpa ada bban pkiran…. jd tinggal brsyukur sbanyak2 ny mb… sdangkn sy… dlu, mngkn skitar 7 bln yg lalu,walaupun sbnarnya sy rasakn hidup sy dmikian bratnya, tapi sy msh bs mnsyukuri stiap momen trkecil dan mndeskrpsikannya sbg sbuah kbahagiaan. sdang saat ini, 7 bln trakhir ini, tpatny sjak suami&mertua sy srta ipar2 mmbawa sy pindah ke rumah yg skarng ini kami tmpati, walau stiap detiknya sy brusaha mneriakn ke kpala sy “Brsyukurlah! Brsyukurlah! smpai2 sy pksakan diri sy unk mngingat pnderitaan kaum wanita&anak2 di palestina… tp ttap sj semua itu tdk bs dapt mmbuat sy mmbohongi diri sy sndiri bhwa khidupan yg saat ini sy jalani spt trjebak dlm mimpi buruk yg bgitu sulit unk bangkit. khilangan kpercayaan pd suami… satu2ny tmpat sy brtumpu. khilangan hrapan bhwa hidup sy&anak akn lbih baik…. smuanya trasa kelam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s