Masa Lalu

GambarSepertinya sudah saatnya melupakan masa lalu dan mulai menata masa depan yang lebih baik, untuk hidup sendiri saat ini dan menetapkan tujuan baru di masa depan. Hal itu saya harapkan berlaku juga buat semua, untuk kita sebagai pribadi maupun kita sebagai warga negara.

Mungkin salah satu alasan saya menuliskan ini karena saya sudah sangat sebal melihat salah satu teman saya di jejaring sosial yang selalu membuat status mencaci, memaki, marah2, dan menyalahkan pihak-pihak tertentu mengenai kejadian yang telah terjadi di masa lalu, dan kejadian itu usianya sudah hampir 17 tahun … TIME TO WAKE UP NOW !!!

Menurut saya, apa sih yang diperoleh selama 17 tahun ini mencaci dan memaki kecuali migrain hati yang berkepanjangan, rasa kecewa, marah dan pola pikir yang tidak berkembang ?  Mungkin pada awal awal kejadian, ya sekitar 17 tahun yang lalu semua orang masih terbawa euforia membahas masalah pelanggaran HAM tahun 1998. Tapi jika hal tersebut selalu dibahas dengan membuat kronologis kejadian menjadi status di jejaring sosial… Plis deh …

Kita semua mengalami hal tersebut, mungkin dengan pengalaman yang berbeda, saya bukan yang termasuk mengalami kekerasan phisik pada saat itu tetapi saya termasuk masyarakat umum yang mengalami kesulitan untuk pulang kerumah hingga seminggu harus menginap di rumah teman kantor. Jadi semua orang merasakan dampak itu dengan caranya masing-masing.

Tapi apa yang perlu diambil dari sana ? Mungkin bisa dengan membuat hal positif sehingga kejadian itu tidak terjadi lagi. Bukankah salah satu faktor penyebab itu karena ketimpangan faktor ekonomi yang sangat tidak berimbang antara masyarakat pribumi dan keturunan ? Itu adalah hasil dan bukan sebab kalau menurut saya. Kalau saja tingkat pendidikan kita merata mungkin ketimpangan ekonomi tidak akan terjadi.

Saya setuju 100% bahwa pihak2 yang harusnya bertanggung jawab atas kejadian itu diseret ke pengadilan HAM Internasional, tetapi apa dengan berteriak-teriak di depan gedung MPR/DPR dan istana dapat membuat mereka bisa diadili. Butuh bukti-bukti yang kuat dan akurat, butuh banyak orang pintar yang jujur untuk melaksanakan tugas berat itu.

Jadi menurut saya, daripada membuat statement negatif bukankah lebih baik kita membangun masyarakat menjadi lebih baik lagi dengan segala potensi yang kita punya dan membuat kualitas hidup orang menjadi meningkat sehingga mereka tidak akan menjadi masyarakat yang hanya bisa menyalahkan pihak lain atas ketidakberuntungan yang mereka ciptakan sendiri ??

Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dengan tulisan ini, hanya berusaha untuk tetap berfikir positif memandang permasalahan apapun dan hanya ingin negara ini menjadi lebih baik ke depannya dengan masyarakat yang lebih berkualitas. Itu saja …

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s