Perilaku & Orangtua

images (6)

Akhir-akhir ini banyak banget berita yang buat aku geleng-geleng kepala dan gak nyangka kalau ini kejadian di Indonesia dan dilakukan oleh anak-anak yang berasal dari lingkungan yang terdidik.. Mahasiswa … Maha Siswa

Mahasiswa itu bisa diartikan sebagai siswa tingkat akhir yang seharusnya telah banyak memperoleh pendidikan dan sangat memahami mana tindakan yang benar dan mana tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan.

Apa yang salah dengan pola pendidikan di negeri ini ? Hingga menghasilkan kualitas mahasiswa yang tidak bisa membedakan mana tindakan amoral dan tidak, mana tindakan yang patut dilakukan dan tidak ?

Mungkin memang benar kata-kata dari Bp Arif Rachman, salah satu pemerhati pendidikan (yang saya kagumi) pada salah satu seminar yang saya ikuti. Bahwa pendidikan di Indonesia saat ini cenderung bersifat pendidikan teoritis yang tidak mengedepankan pendidikan moral dan akhlak anak.

Dan mungkin karena kemajuan jaman pula, maka banyak orangtua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak ke pihak sekolah dan pengasuh. Sehingga banyak anak yang tidak memiliki pelajaran mengenai kehidupan dan kebaikan dari orang tua mereka sendiri.

Sesuai pengalaman saya pribadi, terkadang pendidikan yang diberikan oleh pihak sekolah tidak sepenuh nya sesuai dengan konsep yang kita inginkan untuk diterima oleh anak kita. Disanalah sebetulnya peran orangtua untuk memberikan keteladanan dan pengerahan yang sesuai dengan norma-norma yang benar sesuai agama yang kita anut kepada anak kita.

Saya hingga saat menuliskan ini juga masih dalam tahap belajar bagaimana menjadi teman dan orangtua yang baik untuk anak semata wayang saya yang saat ini beranjak remaja. Sungguh sulit ternyata, apalagi pola pikir remaja saat ini sangat berbeda dengan pola pikir remaja di jaman saya.

Saat ini, pada umunya anak-anak jauuuh lebih pintar daripada orangtua dalam hal menggunakan perangkat elektronik dan komputer. Dan orangtua diharapkan juga jangan malu dan malas untuk belajar hal-hal baru sehingga bisa ‘nyambung’ kalo bicara dengan anak.

Mungkin mereka jauh lebih pintar tetapi kita sebagai orangtua lebih banyak pengalaman hidup dan saya yakin setiap orangtua menginginkan anak mereka jauuuh lebih baik dari mereka saat ini.

Tetapi bagaimana hal tersebut bisa terwujud jika kita tidak pernah ‘menyatu’ dengan mereka dan mencoba untuk memahami dunia mereka sehingga kita bisa menanamkan sedikit demi sedikit pendidikan moral yang baik. Bukankan gejolak ‘ pemberontak’ mereka tidak berbeda jauh dengan yang kita miliki pada saat kita masih seusia mereka ?

Dan tanpa sadar kita telah menjelma menjadi orangtua kita yang dulu kita anggap kolot dan tidak mengerti perkembangan jaman.. Itulah siklus kehidupan.

Saya hanya berpikir bahwa setiap anak pada dasarnya adalah anak baik, kita hanya perlu untuk merangkul, mendengarkan, meluangkan waktu dan ‘bergaul’ dengan mereka. Itu saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s