Speechless

kaburNegara Indonesia yang kaya, negaraku tercinta

Negaraku yang makin lama makin merana

Luluh lantak atas perilaku anak-anak kandungnya sendiri

Bagai perahu karam karena buah hati tercinta tega menjual harga diri bangsanya sendiri

 

Itulah salah satu alasan mengapa saya memilih gambar tikus yang sedang melayang terbang bebas, karena koruptor di negara ini seolah bebas memainkan peranan untuk mengatur hukuman apa yang akan mereka peroleh dan tidak adanya rasa malu jika kesalahan itu terekspos di publik.

Alangkah lucunya negeri ini, mungkin itu kalimat yang benar dan mungkin itulah salah satu alasan Deddy Mizwar memilih kalimat ini menjadi salah satu film terpuji yang dibuatnya. Ironis memang…

Pada saat orang-orang berusaha mencari rejeki yang halal seperti berjualan dan mengasong malah ditertibkan Satpol PP sementara para koruptor yang telah merugikan negara bermilyar-milyar itu dengan tenangnya menghabiskan masa tahanan penjara karena yakin kalau lamanya hukuman yang akan dijalani tidak akan selama waktu yang ditetapkan Hakim pada saat keputusan pengadilan, hal itu dikarenakan proses hukum di Indonesia yang sangat tidak masuk akal kalau menurut saya.

Untuk koruptor yang telah menyengsarakan rakyat dan seharusnya tidak layak memperoleh pengampunan malah dengan tenangnya menerima berbagai potongan masa tahanan dengan remisi yang selalu dibagikan cuma-cuma setiap hari raya dan pada hari kemerdekaan hanya dengan alasan berkelakuan baik dan aktif pada saat di tahanan.

Saya lebih senang jika khusus untuk pelaku korupsi keistimewaan tersebut tidak diberikan kecuali pada saat keputusan pengadilan terdahulu mereka bersedia mengembalikan seluruh uang hasil korupsinya berikut bunga bank yang berlaku dan telah diterima, jadi jangan jumlah pokoknya saja…

Dan proses pengembaliannya pun harus transparan jadi tidak membuka peluang tindakan korupsi yang baru. Yah, mungkin kita bisa membuat sedikit perubahan yang baik jika kita berani mengambil suatu tindakan yang ekstrem, misalnya memperbaharui sistim hukum yang berlaku dan benar-benar mengikuti teori baku yang dipelajari sehingga tidak ada lagi hukum yang ‘diperlintir’ oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Tetapi sekali lagi ini hanya opini kekesalan saya saja karena melihat sebuah usaha yang halal dilarang sementara perilaku haram malah sepertinya dibudidayakan…

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s