Belajar dan belajar …

images (3)Ternyata belajar memaafkan dan melupakan adalah satu paket belajar yang susaaaah banget buat dilakukan, walaupun terkadang mulut kita dengan mudahnya mengatakan bahwa saya sudah memaafkan dan melupakan kejadian tersebut. Tapi dalam hati kadang itu adalah perkataan terjujur yang kita miliki dan hanya Allah yang tau.

Kedewasaan yang sering kita agung-agungkan terkadang malah menjadi batu bumerang tersendiri bagi kita karena menjadi susak sekali untuk memaafkan dan melupakan suatu kesalahan yang telah dilakukan terhadap diri kita. Dan kita melupakan sifat yang kita miliki pada saat menjadi kanak-kanak yaitu mudah memaafkan dan melupakan kesalahan teman main kita pada saat kita sedang bermain bersamanya.

Saya saat ini masih belajar untuk melupakan, karena saya selalu percaya hukum sebab-akibat berlaku pada apapun kejadian yang terjadi pada diri kita. Jadi jika memang kita tersakiti, maka pada dasarnya sadar atau tidak kita membiarkan kejadian itu terjadi pada kita. Jadi kejadian itu juga sebagiannya merupakan akibat dari kesalahan dari saya juga yang membuka peluang kesalahan itu terjadi… *what ever that means ….

So,mungkin saya harus belajar untuk kembali berfikir seperti anak kecil yang tidak mempunyai aslinya sifat pendendam (tidak seperti anak-anak dalam sinetron yang dipertontonkan di televisi sekarang ini), berfikir simpel, semua terlihat hitam putih (no grey area), dan bisa selalu jujur dalam mengatakan apapun yang mereka rasakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s