KDRT

images (16)Barusan aku baca artikel tentang gugatan cerai Penyanyi Lawas Nia Daniati terhadap  ‘Pengacara’ Tulen Farhat Abbas. Ini saya copy kan :

KAPANLAGI.COM – Tidak hanya melalui Twitter, Farhat Abbas berkata-kata pedas. Saat terjadi perselisihan rumah tangganya, juga melontarkan kata-kata kasar pada istrinya, Nia Daniati.

Namun, pengacara Nia Daniati, Susanti Agustina membantah, jika gugatan cerai yang dilayangkan kliennya dipicu adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Nggak ada. Paling kalau berantem saja omongannya Mas Farhat kasar. Kalau KDRT nggak ada kok,” ungkap Susanti saat dihubungi, Selasa (27/1).

Nah, sekarang saya mau mengomentari kalimat pengacara ‘pintar’ milik Nia Daniati… Btw, lulusan mana mbak ? hihihihi

KDRT itu lingkupnya luas loh , bukan hanya memar-memar dan berdarah-darah saja yang bisa dimasukkan dalam kategori KDRT tapi penganiayaan dalam bentuk psikis jauh lebih kejam lagi dampaknya kepada korban.

Dan di Indonesia ini asumsi masyarakat mengenai KDRT memang hanya sebatas seseorang yang mengalami penganiayaan secara fisik dan menimbulkan bekas yang dapat terlihat dan semua itu dilakukan oleh orang terdekat yang masih termasuk dalam lingkungan keluarga.

Merujuk pada UU Nomor 23 tahun 2004 pasal 1 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT), didefinisikan bahwa KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisikseksualpsikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Jadi menurut saya, omongan kasar yang suka dikeluarkan oleh Farhat kepada Nia itu sebetulnya sudah merupakan tindakan KDRT jika kita merujuk pada pasal diatas. Dan sebagai salah satu abdi hukum, (seharusnya)  pengacara Nia Daniati bisa lebih bijak dalam memberikan statement mengenai hal itu.

Tapi terlepas dari kasus selebritis diatas, saya hanya berharap supaya penganganan KDRT di Indonesia dapat menjadi jauh lebih baik setiap tahunnya. Jadi jangan hanya melihat apakah korban telah mengalami kekerasan fisik dan itu baru dapat dikenakan pasal mengenai KDRT.

Karena sesungguhnya pelecehan harga diri dengan kalimat kasar yang dilakukan oleh pelaku KDRT itu jauh lebih menyakitkan daripada kekerasan fisik. Karena kekerasan secara psikis /psikologis berdampak lama sekali dan dapat merubah/menghancurkan keperibadian dan harga diri korban.

Dan jangan lupa, bahwa KDRT bisa menimpa siapa saja, bukan hanya perempuan/anak-anak perempuan tetapi laki-laki dewasa/anak-anak laki-laki.

Semoga mulai saat ini semua sadar bahwa KDRT bisa terjadi dimanapun dan dalam bentuk apapun. Stop KDRT dalam bentuk APAPUN … !!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s