AMARAH

download (4)Kalo menyangkut kalimat yang satu ini sepertinya kayak menceritakan apa yang lagi dialami sekarang. Beneran kudu banyak istigfar deh…

Nahan marah itu susahnyaaaa, apalagi kalo kudu ngehadapin orang yang ngeyel kalo dibilangin, beneran bikin ‘bertanduk’. Hal itu terjadi pada saya hari ini, tapi ya sudahlah dinikmati saja.

Sebetulnya niat awal saya menulis ini karena saya baru saja melihat video dimana seorang yang seharusnya dapat menahan amarahnya karena dia adalah seorang ahli agama tetapi ternyata ‘tega’ memperlakukan orang lain dengan cara ‘preman’ dan kasar. 

Saya hanya menyayangkan hal tersebut bisa terjadi (dan itu di muka umum !!)  karena biar bagaimanapun guru itu haruslah seseorang yang bisa digugu dan ditiru. Bagaimana kita bisa menjadi lebih baik dalam hal kesabaran dan pengelolaan amarah jika sang guru sendiri tidak bisa mengamalkan dan memberikan contoh  langsung pada saat ada seseorang mengucapkan sesuatu yang membuat dia marah.

Atau lebih baik ‘beliau’ ini mulai belajar lagi mengenai apa itu arti sabar dan kerendahan hati. Karena sesungguhnya bagi seorang yang mengerti agama lebih banyak daripada saya yang awam ini harusnya lebih mengerti mengenai adab menghormati sesama muslim.

Dan yang paling parahnya adalah semalam saya menonton ybs di salah satu aca talkshow di televisi dimana ybs dipanggil untuk melakukan klarifikasi mengenai hal tersebut. Dan saya terus terang kasihan melihat korban yang terlihat sangat takut pada ybs.

Saya tidak mau menghakimi siapapun karena saya juga bukanlah manusia yang sempurna dan bisa 100% menahan amarah (masih dalam taraf belajar).

Saya hanya bisa bilang kalau orang pemarah itu terlihat dari raut muka dan tatapan mata, jadi mau seperti apapun penampilan seseorang sesungguhnya hal itu tidak berguna.

Mungkin pakaian ulama dianggap dapat menutupi sifat seseorang tapi sesungguhnya sifat seseorang dapat dianggap baik jika hanya dengan melihat wajah dan sorot matanya hati kita akan menjadi tenteram dan damai.

Tetapi seperti akhir dari setiap tulisan-tulisan saya. Semuanya yang saya tuliskan diatas adalah pendapat pribadi, dan sah0sah aja kalo pada gak setuju…

Karena menurut saya : mata itu adalah jendela jiwa, orang baik, tulus atau tidaknya seseorang sesungguhnya dapat kita lihat dari raut wajah dan tatapan mata yang bersangkutan.

Dan terus terang saya sangat mengagumi dan senang melihat wajah dari (almh) Habib Munzir yang telah berpulang pada tahun lalu. Muka dan tatapannya teduh menyejukkan..

Semoga bisa memberikan kesejukkan seperti itu, aamiin YRA.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s