Kesedihan dan Pengabaian

Selamat malam semua. Saya gak tau kenapa, rasanya pengen sekali mengomentari mengenai foto seorang anak Syria yang sekarang sedang jadi topik hangat di dunia viral seluruh dunia.

Omran Daqnessh nama anak itu. Mungkin dia sendiri gak akan pernah menyangka kalau bencana yang dia alami dan gerak tubuhnya yang terekam saat dia diselamatkan di dalam ambulan dapat ‘berjalan-jalan’ hingga ke seluruh dunia.

Dan mungkin malam ini (kebetulan di tempat saya menulis sekarang sudah malam) dia masih bingung dengan semua kejadian yang menimpa dirinya dan keluarganya. Dia cuma diam, melihat banyak orang yang mengerumuninya, bingung dengan banyak darah yang membasahi mukanya tanpa sedikitpun saya lihat air mata dan ekspresi menahan sakit karena luka-luka yang dia derita saat itu. Benar-benar anak yang hebat dan kuat.

Terus terang saya tidak berharap semua orang akan suka dengan tulisan saya kali ini (mungkin juga dengan seluruh tulisan saya dari 2011.. kalo ini saya baru sadar ternyata saya sudah lama menulis semua yang saya pikirkan di blog ini). Saya cuma mau mengungkapkan apa yang ada di otak dan perasaan saya sekarang.

Saya kurang suka berpolitik, membicarakan dan menghujat siapapun yang bermasalah di dalamnya, saya hanya kurang suka dampak politik yang terkadang malah menyengsarakan masyarakat yang dulu telah menaruh harapan besar saat mendampuk orang-orang yang saat ini duduk manis bermain politik.

Kembali lagi ke masalah di atas, saya yakin semua orang yang berkesempatan melihat foto /video viral itu akan terenyuh dan mungkin akan menangis seperti saya saat melihat video itu, langsung teringat anak sendiri dan merasa malu sebab kurang bersyukur kepada Sang Pencipta karena telah diberikan tempat tinggal di Indonesia yang walaupun banyak masalahnya tetapi kondisinya masih jauh lebih kondusif daripada kondisi di Suriah sana.

Kesedihan selalu ada setiap melihat anak-anak, perempuan, laki-laki, orang tua, muda yang menjadi korban dari perang yang mereka sendiri gak ngerti kenapa mereka harus berperang atau dipaksa berperang semata-mata hanya karena mereka ingin hidup.

Anak-anak yang akhirnya harus belajar di bawah desingan peluru setiap hari atau yang harus siap mengungsi kemanapun orangtua mereka membawanya tanpa bisa memilih dan harus bertarung nyawa menghadapi ganasnya air laut hanya untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman.

Saya hanya sedih melihat banyak sekali orang yang memposting hal tersebut di dunia maya, serta parahnya lagi ada yang membuat perbandingan nasib anak suriah : tinggal ditempat berarti bernasib sama dengan Omran (terkena bom) atau pergi ke tanah harapan dengan mengarungi laut dan bernasib sama seperti Alan Kurdi yang tenggelam ketika berusaha menyebrang ke Eropa beserta keluarganya.TEGA !!!

Saya pribadi melihat semua kesedihan yang di blow up ini sebagai suatu ‘drama’ yang terus berulang tanpa ada solusi dan tanpa ada wacana penyelesaian apapun selain kata : sedih melihatnya / kasihan dan kalimat empati lainnya.

Dan mohon maaf jika saya melihat bentuk empati yang saat ini bergulir bisa disamakan dengan bentuk pengabaian yang tersembunyi karena peran aktif untuk menyelesaikan konflik ini masih sangat jauh. Dan sekarang setiap orang sepertinya hanya cukup puas mengucapkan turut berduka atau saya bersedih atas …. dibandingkan ikut memikirkan kira-kira tindakan apa yang terbaik untuk membantu para pengungsi kemanusaiaan itu.

Tetapi saya yakin masih banyak orang-orang yang peduli dan langsung bergerak untuk membantu. Di tulisan ini ijinkan saya mengucapkan banyak terima kasih untuk pihak-pihak yang selama ini telah banyak membantu perjuangan saudara-saudara kita sesama manusia yang saat ini tidak berdaya membela kehormatan negaranya sendiri atau tertindas oleh pihak yang berwenang.

Seperti kata saya di awal bahwa semua yang saya tulis ini adalah semua unek-unek yang ada di otak dan hati saya tanpa bermaksud menyinggung siapapun. Mohon maaf bagi yang tidak berkenan dengan tulisan ini.

Selamat malam, selamat beristirahat..

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s